Langsung ke konten utama

Postingan

Mendidik dengan Hati

 Hari ini cuacanya sangat tidak bersahabat, hujan ysng deras dengan kondisi jalan yang banjir dan banyak longsoran tanah dan batu saya berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali. Sesampainya di sekolah sekitar 07.15, hanya ada beberapa orang siswa yang juga baru tiba dengan sedikit basah dengan harapan dapat belajar dengan baik. Mereka adalah anak-anak yang kurang beruntung yang terpaksa mendapatkan layanan pendidikan yang buruk karena kemiskinan struktural yang disebabkan oleh sistem. Pengelolahan pendidikan yang sangat buruk berdampak besar pada anak-anak ini yang tentunya tidak menyadari entah sampai kapan. Belum ada seorang gurupun yang datang, dan saya sempat menyapa seorang anak yang juga datang dari tempat yang jaraknya lumayan jauh dari sekolah. setiap harinya mereka harus berjalan kaki 1 sampai 2 jam dengan kondisi jalan yang becek dan hutan, dan sesampainya di sekolah. mereka tidak mendapatkan apa-apa. Sungguh kejam sistem ini menindas mereka yang tanpa dosa terlahir miskin. D...

Konsistensi

 Hal-hal besar selalu dimulai dari kumpulan-kumpulan hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Tidak mudah menjaga konsistensi karena kita tentunya tau bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang cepat bosan. Tetapi hal yang membedakan antara seorang porfesional adalah mereka akan tetap melakukannya dengan sebaik-baiknya walaupun mereka merasa malas dan bosan. sehingga rasa malas dan bosan itu akan hilang dengan sendirinnya. menjadi guru tentunya kita akan berhadapan dengan yang namanya rutinitas, terkadang membosankan terlebih jika lingkungan sekitar tidak mendukung anda untuk berlaku profesional. tetapi stoikisme sangat perlu disini agar kebiasaan baik yang sudah dibangun tidak terpengaruh oleh perilaku orang lain.

Stoikisme

 Kita tidak perlu mencoba membuat orang lain untuk ikut apa yang kita inginkan bahkan walaupun itu orang yang paling dekat dengan kita, Karena pada dasarnya mengubah orang lain adalah hal yang berada diluar kendali kita. Fokus pada perubahan diri dan apa yang akan kita lakukan dan mencoba menyesuaikan diri dengan apa yang terjadil

8 Januari 2025 faktor eksternal yang mempengaruhi kebiasaan seseorang

 pada dasarnya tingkah laku manusuiia sangat terpengaruh oleh orang lain atau pengaruh eksternal, secara tidak sadar tingkah laku kita akan mengikuti apa yang berlaku pada masyarakat kebanyakan dan bahkan seberat atau sesulit apapun kebiasaan itu tidak akan terasa sebagai beban jika memang itu sudah menjadi kebiasaan umum. sorang terdekat bisa memberi pengaruh terhadap tingkah laku, itulah sebabnya banyak orang tua yang selalu menasihati untuk dapat memilih teman yang tepat.selain orang terdekat orang k=banyak juga dapat mempebgaruki tingkah laku dan kebiasaan seseorang, sesuatu yang salah akan dianggap benar jika dilakukan oieh  orang banyak.yang terakir adalah orang yang berkuasa. orang yang berkuadas dapoat memopengaruhi kebiasaan seseorang karena dengan kuasanya dia dapat memerintah dan memaksa seseoirang untuk dapat melakukan hal yang diinginkannya.
 catatan Harian 07 januari 2024 Perubahan positif kecil jika dilaksanakan secara terus menerus akan menjadi kebuasaan. Pada hari ini saya masih bersemangat menjalani program pembiasaan positif. beberapa kegiatan yang sudah dijalankan diantaranya adalah mengerjakan pekerjaaan di sekolah sesuai dengan jamnya serta berolahraga rutin 1 jam. istirahat kurang lbih 7 jam dan mengasah kemampuan baru hari ke 2. Pemikiran yang didapat pada hari ini adalah, adakalanya kita tidak perlu terlarut pada kegagalan dan kesalahan dan menyesali terlalu mendalam. cukup diambil pelajarannya dan tetap berusaha untuk memperbaiki.

Catatan harian, 06 Januari 2025

Dopamin adalah zat yang sangat berpengaruh dalam membentuk kebiasaan karena akan muncul sebagai reaksi hormonal. Untuk itu saya akan mempelajari lebih lanjut dalam buku atomic habit. Hal yang ingin saya katakan pada hari ini adalah bahwa dalam menperjangkan suatu perubahan dalam diri perlu aksi konkret yang diwujudkan dalam penyesuaian lingkungan. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penginstalan kebiasaan baru. Sebagai  guru saya ingin membuat sebuah penelitian kecil; bagaimana mengubah kebiasaaan buruk peserta didik. dan besok tanggal 07 Januari 2025 merupakan hari pertama masuk sekolah, mungkin akan ada rencana baru yang akan saya lakukan. hari ini juga merupakan hari pertama saya menyempatkan waktu untuk 1 berolahraga dan 1 jam belajar bahasa baru. Mudah2han hal ini selalu konsisten saya lakukan.

**Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa?**

  Sebelum saya menuliskan refleksi ini, saya akan memulainya dengan alasan utama mengapa saya akhirnya memilih menjadi seorang guru. Jawabannya adalah ketidaktahuan. Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, saya tidak punya gambaran apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Saya tidak punya cita-cita, tidak tahu bagaimana dunia kerja itu, dan merasa masih di bawah tanggung jawab orang tua. Saya juga tidak mengerti tentang dunia perkuliahan. Bagi saya, kuliah adalah lanjutan dari pendidikan dasar dan menengah yang harus dijalani, seperti kebanyakan orang. Saya **tidak tahu** bahwa kuliah adalah langkah awal untuk memutuskan “seseorang seperti apa” saya akan menjadi di masa depan. Saya rasa banyak anak lain yang mengalami hal serupa, karena ketidaktahuan ini mungkin disebabkan karena tidak ada yang memberi tahu. Orang tua saya tidak memberitahu, karena mereka sendiri tidak pernah berkuliah. Guru saya juga tidak memberi tahu, karena mungkin mereka merasa itu bukan tugas mereka; ...

TEKS KOOR KARENA AKU KAU CINTA

 

TEKS KOOR CAROL OF THE BELS

 

TEKS PADUAN SUARA KRISTUS RAJA PERKASA

 

NETIZEN KAMVRET

Sebenarnya saya agak malas menyindir-nyindir orang lewat medsos, toh satu orang yang disindir akan ada ribuan yang bakalan tersinggung. Tetapi lama kelamaan gerah juga saya liat para netizen kamvret yang demi like atau koment di medsos mereka menyebarkan foto jenazah (berbalut ucapan belasungkawa). Padahal 90% tujuanya adalah untuk memuaskan diri mereka sendiri. rata-rata para pelakunya adalah para pecandu like dan komen yang terobsesi "keren dan sok penting" kalau postingan mereka diliatin banyak  orang. Dimanakah rasa kemanusiaan anda? Sertiap orang pasti ingin dilihat orang lain dengan keadaan yang baik, rapi, sehat dan tentunya menarik bagi banyak orang. Bukan dalam keadaan yang memang "menakutkan" bagi orang lain. Tetapi anehnya, hal ini justru dimanfaatkan oleh netizen kamvert yang otaknya mungkin sudah bercampur dengan kototan babi, sampai entah sadar atau tidak  menyebarkan foto seseorang dengan keadaan tak bernyawa, kaku, hidungnya ditutupi kapas? Lebi...

TERIMA KASIH “2017”

Hujan sepertinya tidak akan pernah peduli dengan suasana pergantian tahun. Momen spesial inilah yang membuat orang-orang pada sibuk mempersiapkan segala perayaan yang berhubungan dengan pergantian tahun. Namun suasana ini tidak berlaku bagi hujan. Momen pergantian tahun bukan lagi menjadi hal baru baginya. Ini hanyalah sebuah rutinitas tahunan yang diulang-ulang. Mungkin itulah sebabnya mengapa hujan tetap turun seperti pada hari-hari biasa. Ah hujan, mengapa kamu menjadi begitu statis ? terkadang aku ingin menjadi sepertimu yang menganggap segala hal itu biasa-biasa saja. Aku ingin menjadi orang yang tetap biasa ketika sedang dilanda duka ataupun suka. Tetap merasa biasa ketika takdir berpihak pada kehidupan, ataupun ketika dengan ganas takdir itu  mengancurkan tembok-tembok harapan. Segelas kopi hitam yang tadinya penuh kini hanya tertinggal ampasnya. Begitupun sama halnya dengan riwayat tahun 2017 yang setahun lalu disambut dengan petasan dan gegap gempita perayaan, kini a...

CERITA NATAL DARI KOTA RUTENG

Natal selalu membawa kebahagiaan tersendiri bagi umat kristiani. Mengenang kedatangan sang juru selamat sudah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Begitupun ketika kita berkunjung ke sebuah kota kecil di daratan Flores provinsi Nusa Tenggara Timur, kota dengan mayoritas penduduknya beragama kristen katolik dengan gereja-gereja besar yang siap membunyikan lonceng-loncengnya ketika lagu gloria dinyanyikan saat malam natal. Kota Ruteng, sebuah kota yang menjadi alasan ribuan perantau merasa ingin pulang setiap bulan Desember memberikan suasanayang berbeda dari bulan-bulan biasanya. semangat menyambut kedatangan Yesus ditampilkan dalam dekorasi dan perayaan-perayaan yang semarak. berikut beberapa alasan yang membuat perantau selalu ingin pulang ke Ruteng saat natal tiba. 1. Ruteng selalu hujan saat Natal Di Eropa, natal selalu identik dengan salju sehingga tak heran dekorasi natalpun selalu menggambarkan hal-hal yang berhubungan dengan musim dingin. tak bedanya d...

MENUNGGU HUJAN KETIKA NATAL

pagi ini aku terbangun lebih cepat dari biasanya dengan tugas yang menumpuk hasil dari kebiasaan burukku menuda-nunda pekerjaan. Tetapi aku mencoba untuk mengabaikan semua itu dan memfokusan pikiranku pada segelas kopi dan suasana pagi yang menyejukan.  Aku mencoba untuk berjalan keluar rumah dan kudapati rumput-rumput yang basah karena hujan semalam. Kasihan,… mungkin mereka kedinginan.  Aku berdiri menatap kebawah, dan kotaku terlihat jelas dari sini, kota yang terselimuti kabut seperti biasa dengan rasa dingin yang sudah tidak asing lagi di kulitku. Tetapi entah kenapa, aku menyukainya. Aku benar-benar menyukai suasana ketika matahari belum menampakan cahayanya dan burung-burung yang terus berkicau seolah-olah tak peduli pada dinginya pagi. Aku menyukai kopi yang terasa lebih hangat dari biasanya. Terlebih lagi, aku menyukai lagu natal yang diputar dipagi hari, sungguh sebuah terapi emosional yang menyejukan hati. Ya,,, Sebentar lagi natal, kota ini serasa ikut menya...

SELAMAT PAGI

Terasa dingin suasana pagi ini, aku tersadarkan dari tidurku yang lelap. Terdengar dari jauh bunyi burung-burung berkicau seolah-oleh menandakan kalau semestinya kita juga harus ikut berkicau bersamanya. Lonceng gereja katredal memecah kesunyian memberikan tanda bahwa sudah saatnya untuk bangun dan berdoa mengucap syukur. Yap!, suasana pagi di ruteng memang menjadi momen yang tak terlupakan terlebih ketika kita dibatasi oleh jarak dan waktu untuk menikmatinya. Segelas kopi dan sepiring daeng ikut mengawali hari, memberikan semagat untuk setiap aktivitas yang akan dijalani. Ruteng! kota seribu kenangan dengan rasa penantian pada matahari yang terkadang malu-malu menunjukan diri. Mendung dan gelap sudah menjadi tanda kalau sebentar lagi kita akan memasuki masa natal. Jalanan yang basah bekas hujan semalam, seakan tak mempercayai embun untuk menyirami bumi. Memori masa kecil kmbali terlintas pada bayangan bocah-bocah kecil memegang ketapel dan berjaga-jaga dibawah pohon akasia , me...

SUKA DUKANYA MENJADI GURU

Tugas keseharian yang menumpuk, administrasi yang rumit, padatnya jam mengajar ditambah lagi dengan tingkah laku peserta didik yang terkadang membuat sakit hati adalah makanan sehari-hari dari seorang guru. Bukanya mau menjelek-jelekan atau tidak senang terhadap profesi mulia ini, tetapi saya menulis   tulisan ini hanya sebagai sharing kepada teman-teman guru muda seperjuangan, teman teman mahasiswa FKIP juga kepada adik-adik yang sekarang lagi memilih jurusan keguruan untuk melanjutkan pendidikanya. Banyak suka duka yang dialami guru, kadang ada hal yang menyenangkan yang dapat terjadi, terlebih ketika menyaksikan adik-adik didiknya mengerti dengan apa yang dijelaskan. Atau kebahagiaan kecil ketika lewat di koridor kelas dan ada senyuman ramah dari para peserta didik yang mengiringi ucapan selamat. Namun banyak juga keresahan yang terjadi yang sering dialami dalam perjalanan menggeluti profesi ini. Walaupun baru setahun menjalani   profesi ini ada hal-hal yang saya ki...

GIBRAN KHALIL GIBRAN

Penyair, ahli filsafat dan pelukis berdarah libanon ini lahir tanggal 6 januari 1883 di kota bsherri, libanon. Ketika berusia dua belas tahun ia diajak ibunya tinggal di boston, amerika serikat, namun tiga tahun kemudian beliau kembali ke tanah kelahiranya guna memperdalam pengetahuan bahasa arab. Sepeninggal ibunya, beliau memperoleh bantuan dari kakak perempuanya untuk belajar melukis dan mengarang. Selanjutnya beliau pindah ke paris untuk memperdalam pengetahuannya.tentang kesenian. Pada akhirnya beliau menetap di new york city, meninggal tanggal 10 april 1931 dan dimakamkan di kota kelahiranya bsherri. Lukisan-lukisanya banyak dipamerkan di kota-kota besar eropa dan amerika serikat. (sumber : sang nabi , khalil gibran; diterjemahkan oleh sri kusdyantinah, penerbit pustaka jaya,2002.) salah satu sajaknya.... Namun, ketika ia menuruni bukit, perasaan sedih mencekam diri Dan ia hanya berpikir dalam hati: Betapa aku dapat meninggalkan tempat ini Dengan kedamaian ...