Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan harian, 06 Januari 2025

Dopamin adalah zat yang sangat berpengaruh dalam membentuk kebiasaan karena akan muncul sebagai reaksi hormonal. Untuk itu saya akan mempelajari lebih lanjut dalam buku atomic habit. Hal yang ingin saya katakan pada hari ini adalah bahwa dalam menperjangkan suatu perubahan dalam diri perlu aksi konkret yang diwujudkan dalam penyesuaian lingkungan. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penginstalan kebiasaan baru. Sebagai  guru saya ingin membuat sebuah penelitian kecil; bagaimana mengubah kebiasaaan buruk peserta didik. dan besok tanggal 07 Januari 2025 merupakan hari pertama masuk sekolah, mungkin akan ada rencana baru yang akan saya lakukan. hari ini juga merupakan hari pertama saya menyempatkan waktu untuk 1 berolahraga dan 1 jam belajar bahasa baru. Mudah2han hal ini selalu konsisten saya lakukan.

**Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa?**

  Sebelum saya menuliskan refleksi ini, saya akan memulainya dengan alasan utama mengapa saya akhirnya memilih menjadi seorang guru. Jawabannya adalah ketidaktahuan. Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, saya tidak punya gambaran apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Saya tidak punya cita-cita, tidak tahu bagaimana dunia kerja itu, dan merasa masih di bawah tanggung jawab orang tua. Saya juga tidak mengerti tentang dunia perkuliahan. Bagi saya, kuliah adalah lanjutan dari pendidikan dasar dan menengah yang harus dijalani, seperti kebanyakan orang. Saya **tidak tahu** bahwa kuliah adalah langkah awal untuk memutuskan “seseorang seperti apa” saya akan menjadi di masa depan. Saya rasa banyak anak lain yang mengalami hal serupa, karena ketidaktahuan ini mungkin disebabkan karena tidak ada yang memberi tahu. Orang tua saya tidak memberitahu, karena mereka sendiri tidak pernah berkuliah. Guru saya juga tidak memberi tahu, karena mungkin mereka merasa itu bukan tugas mereka; ...

TEKS KOOR KARENA AKU KAU CINTA

 

TEKS KOOR CAROL OF THE BELS

 

TEKS PADUAN SUARA KRISTUS RAJA PERKASA

 

NETIZEN KAMVRET

Sebenarnya saya agak malas menyindir-nyindir orang lewat medsos, toh satu orang yang disindir akan ada ribuan yang bakalan tersinggung. Tetapi lama kelamaan gerah juga saya liat para netizen kamvret yang demi like atau koment di medsos mereka menyebarkan foto jenazah (berbalut ucapan belasungkawa). Padahal 90% tujuanya adalah untuk memuaskan diri mereka sendiri. rata-rata para pelakunya adalah para pecandu like dan komen yang terobsesi "keren dan sok penting" kalau postingan mereka diliatin banyak  orang. Dimanakah rasa kemanusiaan anda? Sertiap orang pasti ingin dilihat orang lain dengan keadaan yang baik, rapi, sehat dan tentunya menarik bagi banyak orang. Bukan dalam keadaan yang memang "menakutkan" bagi orang lain. Tetapi anehnya, hal ini justru dimanfaatkan oleh netizen kamvert yang otaknya mungkin sudah bercampur dengan kototan babi, sampai entah sadar atau tidak  menyebarkan foto seseorang dengan keadaan tak bernyawa, kaku, hidungnya ditutupi kapas? Lebi...

TERIMA KASIH “2017”

Hujan sepertinya tidak akan pernah peduli dengan suasana pergantian tahun. Momen spesial inilah yang membuat orang-orang pada sibuk mempersiapkan segala perayaan yang berhubungan dengan pergantian tahun. Namun suasana ini tidak berlaku bagi hujan. Momen pergantian tahun bukan lagi menjadi hal baru baginya. Ini hanyalah sebuah rutinitas tahunan yang diulang-ulang. Mungkin itulah sebabnya mengapa hujan tetap turun seperti pada hari-hari biasa. Ah hujan, mengapa kamu menjadi begitu statis ? terkadang aku ingin menjadi sepertimu yang menganggap segala hal itu biasa-biasa saja. Aku ingin menjadi orang yang tetap biasa ketika sedang dilanda duka ataupun suka. Tetap merasa biasa ketika takdir berpihak pada kehidupan, ataupun ketika dengan ganas takdir itu  mengancurkan tembok-tembok harapan. Segelas kopi hitam yang tadinya penuh kini hanya tertinggal ampasnya. Begitupun sama halnya dengan riwayat tahun 2017 yang setahun lalu disambut dengan petasan dan gegap gempita perayaan, kini a...